20.3.16

subhanaka inni kuntumminaz zolimin
la haw la wala quwata ila billah
astagfirullah al azim









aku seolah olah berada di dalam perahu kayu di dalam tasik atau sungai yang berkocak di tutupi oleh hutan belantara yang hijau
awan biru yang aku tatap mendung kelabu gelap, angin yang kuat meniup ke arah ku
aku menutup mata hujan membasahi wajah. aku raup muka yang basah duduk lalu duduk bersila hujan tak henti-henti aku melaung kalimat demi kalimat







ujian ini terlalu sedikit ya tuhan
aku tahu ia tidak lama
yang mulia engkau tidak menyeksa ku










aku kembali berbaring
goncangan semakin kuat
angin semakin kencang
ruang semakin sempit
pemandangan menjadi samar-samar











sebenarnya aku diatas katil
yang bergoncang bukannya perahu malahan hati
angin keluar daripada kipas berkaki
tabir hijau itulah menyerupai hutan
dan lampu di bilikku tidak bernyala














aku yang mereka reka

No comments: